Tk
Pada tahun 2005 saya bersekolah di TK
Islam Al-Falah. Saat itu saya masih berumur 5 tahun. Jam masuk sekolah mulai dari
pukul 7.30 sampai 10.00. Saya masih ingat wali kelas saya bernama Ibu Esah yang
berperawakan tinggi, berkulit putih dan juga cantik. Kegiatan sehari-hari
selama di tk yaitu belajar dan juga diselingi dengan kegiatan bermain seperti
membentuk orang-orangan dari lilin, membentuk origami kertas, dan lain-lain.
Setiap hari jum'at para siswa mengikuti
pengajian. Setiap hari sabtu juga ada senam pagi yang diikuti oleh seluruh
siswa dan juga guru. Lalu setelah itu para siswa diperbolehkan bermain. Ada banyak
sekali permainan di tk seperti pelunsuran, ayunan, jungkat-jungkit, dan
lain-lain. Namun yang tidak pernah sepi dan selalu ramai adalah ayunan, saya
juga tidak tahu kenapa mungkin karena pada saat menduduki ayunan dan ketika
didorong rasanya seperti terbang hahaha.
Setiap jam istirahat para siswa yang
membawa bekal menetap di kelas dan menyantap bekal yang dibawa. Lalu satu sama
lain saling bertanya “Kamu bawa bekal apa
hari ini?”. Mereka makan bersama
dan terkadang saling berbagi bekal yang dibawa.
Banyak sekali hal menyenangkan di TK.
Jujur saja kalau bisa kembali, saya ingin kembali ke masa itu. Pertemanan yang
begitu tulus, terkadang saling mengejek tapi tak lama baikan, tertawa riang
gembira seolah-olah tidak ada beban yang dipikul. Kalau dulu saya ingin cepat
besar, sekarang saya ingin menjadi kecil lagi.
SD
Pada tahun 2006 saya bersekolah di Sdn
003. Lokasi sekolah saya lumayan dekat jadi dapat ditempuh dengan berjalan
kaki. Sekolah baru, teman juga baru. Sebagian sudah saya kenal karena pernah
satu tk sebelumnya. Sisanya tidak kenal tapi ya kenalan. Masa sd masih banyak
bermainnya. Tapi sudah mulai serius juga belajarnya. Wali kelas saya dulu waktu
kelas 1 bernama bu Hasniah. Bu, apa kabar sekarang? Saya rindu. Semoga sehat
selalu.
Belajar di sd selama 6 tahun. Merupakan
waktu yang cukup lama ya? Tapi itulah masa-masa yang paling dirindukan sekarang.
Saya ingat dulu kalau tidak ada guru satu kelas akan bermain polisi-polisian.
Berlarian kesana kemari dan tertawa. Lalu ditegur oleh guru yang lain. Atau
pada saat guru olahraga marah karena kami semua susah diatur . Lalu juga betapa
killernya guru ips. Ada satu teman di kelas saya yang sering melawak. Satu kelas
selalu di buatnya tertawa bahkan guru saya pun tertawa sampai air matanya
keluar. Apa kabar sekarang teman? Semoga sehat selalu.
Di sd juga dulu sering sekali
mengolok-olok nama orang tua. Biasanya nama bapak. Contohnya seperti ini :
“Eh anak Bambang”
“Ah bisa aja nih
anak om Bambang”
Saya
sampai jengkel kalau saya dipanggil pakai nama orang tua saya. Tapi saya juga
ikut-ikutan dulu. Maafkan saya ya teman. Sampai akhirnya masuk ke kelas 6.
Sudah mulai pusing mau melanjutkan ke smp mana. Tryout, latihan soal-soal,
ujian sekolah, UN. Alhadulillah semuanya sudah terlewati.
SMP
Pada 2012 saya memasuki jenjang pendidikan
SMP. Saya bersekolah di SMPN 34 yang jaraknya juga lumayan dekat dari rumah.
Tingkat kesulitan pelajaran meningkat menjadi lumayan sulit. Letak kesulitan
saya berada di pelajaran matematika. Saya tak pandai dalam hitung-hitungan.
Apalagi ada banyak sekali rumus dalam matematika membuat saya sedikit kebingungan.
Tapi sesulit apapun saya harus tetap mencoba kan?
Sewaktu smp saya mengikuti ekskul drum
band. Kenapa saya ikut drum band? Karena suka saja hehehe. Saat pembagian alat
saya kebagian snare drum. Alatnya lumayan berat. Tapi tak akan terasa berat jika
sudah terbiasa. “Jangan bawa snare drum. Berat,
kamu tak akan kuat biar aku saja” Adis 2000.
Kelas 1 dan kelas 2 smp tak ada kendala
dalam hal pelajaran. Namun saat kelas 3 smp kendala itu muncul. Mungkin karena
UN. Saya mulai belajar keras pada waktu itu. Saya takut saya gagal. Saya tak
ingin mengecewakan orang tua saya. Tapi alhamdulillah saya lulus dan bisa masuk
kesekolah yang saya inginkan.
SMK
Dunia putih abu-abu. Masa yang dimana
kata orang merupakan masa-masa yang paling indah. Tahun 2015 saya bersekolah di Smkn 4.
Jarak dari rumah ke sekolah juga lumayan dekat. Jurusan yang saya ambil di smkn
4 adalah administrasi perkantoran. Tingkat kesulitan menjadi sulit. Apalagi
jurusan yang saya ambil adalah administrasi perkantoran yang dimana kita
dituntut untuk menjadi sekretaris yang baik, handal, serta kompeten.
Kelas 10 masih tahap awal sehingga hanya
diberi materi. Kelas 11 sudah mulai praktik kerja lapangan yang dimana para siswa
akan magang selama kurang lebih 3 bulan di kantor yang telah dipilih
sebelumnya. Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama pkl.
Memasuki kelas 12 masa dimana
ujian-ujian mulai berdatangan. Ujian sekolah, ujian praktek dan Ujian nasional
(belum temasuk ujian hidup). Presentasi sudah menjadi makanan pokok
sehari-hari. Persiapan masuk kuliah. Semua begitu memusingkan. Tapi saya jalani
saja insya allah akan indah pada waktunya. Dan akhirnya Alhamdulillah saya
lulus juga. Lulus bukan berarti penderitaan ini berakhir. Justru ini merupakan
awal dari penderitaan-penderitaan yang selanjutnya. Senyum J
KULIAH
2018 merupakan tahun dimana saya menjadi
mahasiswa di Universitas Mulawarman. Kalau dulu saya masih menjadi siswa sekarang
sudah mahasiswa. Tingkat kesulitan? Saya belum tahu jelas tapi mendengar cerita
kakak tingkat kuliah itu sangat sulit. Walaupun kata orang-orang sangat sulit
saya tidak ingin menyerah begitu saja.
Saya mengambil jurusan Pg Paud. Tidak
nyambung kan dengan jurusan yang saya ambil sewaktu smk? Iya memang. Tapi apa
salahnya? Saya niat sekali dengan jurusan pg paud ini dan kebetulan orang tua
saya mendukung. Walaupun banyak yang bilang kepada saya
“Kamu
ngapain kuliah paud? Ih nantikan kerjaannya nyebokin anak orang”
Atau
banyak juga yang meremehkan seperti
“Kuliah paud? Oh pantes aja kamu keterima
kan itu gampang aja cuma tepuk tangan, nyanyi-nyanyi doang”
“Kamu kan pendiam masa mau jadi guru?”
Omongan
mereka menusuk sanubari. Tapi tidak usah dipedulikan jenis manusia seperti itu.
Jangan sampai ucapan mereka menghalangimu menggapai cita-cita. Baru beberapa
hari setelah resmi menjadi mahasiswa sudah dihujani dengan tugas yang berjibun.
Insya Allah saya kuat. Kalau kata pepatah berakit rakit kehulu berenang-renang ketepian,
bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Baiklah cukup sampai disini dulu cerita saya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan
karena kalau diceritakan semua nanti bisa jadi buku. Pengalaman yang biasa
saja, monoton tapi bermakna setidaknya bagi saya. Sekian dan terimakasih.
ps. kepada pak fachrul rozi
Pak, tugasnya telah saya kerjakan