Sabtu, 01 September 2018

Pengalaman dari TK sampai sekarang


Tk

Pada tahun 2005 saya bersekolah di TK Islam Al-Falah. Saat itu saya masih berumur 5 tahun. Jam masuk sekolah mulai dari pukul 7.30 sampai 10.00. Saya masih ingat wali kelas saya bernama Ibu Esah yang berperawakan tinggi, berkulit putih dan juga cantik. Kegiatan sehari-hari selama di tk yaitu belajar dan juga diselingi dengan kegiatan bermain seperti membentuk orang-orangan dari lilin, membentuk origami kertas, dan lain-lain.

Setiap hari jum'at para siswa mengikuti pengajian. Setiap hari sabtu juga ada senam pagi yang diikuti oleh seluruh siswa dan juga guru. Lalu setelah itu para siswa diperbolehkan bermain. Ada banyak sekali permainan di tk seperti pelunsuran, ayunan, jungkat-jungkit, dan lain-lain. Namun yang tidak pernah sepi dan selalu ramai adalah ayunan, saya juga tidak tahu kenapa mungkin karena pada saat menduduki ayunan dan ketika didorong rasanya seperti terbang hahaha.

Setiap jam istirahat para siswa yang membawa bekal menetap di kelas dan menyantap bekal yang dibawa. Lalu satu sama lain saling bertanya “Kamu bawa bekal apa hari ini?”. Mereka makan bersama dan terkadang saling berbagi bekal yang dibawa.

Banyak sekali hal menyenangkan di TK. Jujur saja kalau bisa kembali, saya ingin kembali ke masa itu. Pertemanan yang begitu tulus, terkadang saling mengejek tapi tak lama baikan, tertawa riang gembira seolah-olah tidak ada beban yang dipikul. Kalau dulu saya ingin cepat besar, sekarang saya ingin menjadi kecil lagi.

SD

Pada tahun 2006 saya bersekolah di Sdn 003. Lokasi sekolah saya lumayan dekat jadi dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Sekolah baru, teman juga baru. Sebagian sudah saya kenal karena pernah satu tk sebelumnya. Sisanya tidak kenal tapi ya kenalan. Masa sd masih banyak bermainnya. Tapi sudah mulai serius juga belajarnya. Wali kelas saya dulu waktu kelas 1 bernama bu Hasniah. Bu, apa kabar sekarang? Saya rindu. Semoga sehat selalu.

Belajar di sd selama 6 tahun. Merupakan waktu yang cukup lama ya? Tapi itulah masa-masa yang paling dirindukan sekarang. Saya ingat dulu kalau tidak ada guru satu kelas akan bermain polisi-polisian. Berlarian kesana kemari dan tertawa. Lalu ditegur oleh guru yang lain. Atau pada saat guru olahraga marah karena kami semua susah diatur . Lalu juga betapa killernya guru ips. Ada satu teman di kelas saya yang sering melawak. Satu kelas selalu di buatnya tertawa bahkan guru saya pun tertawa sampai air matanya keluar. Apa kabar sekarang teman? Semoga sehat selalu.

Di sd juga dulu sering sekali mengolok-olok nama orang tua. Biasanya nama bapak. Contohnya seperti ini :

“Eh anak Bambang”

“Ah bisa aja nih anak om Bambang”

Saya sampai jengkel kalau saya dipanggil pakai nama orang tua saya. Tapi saya juga ikut-ikutan dulu. Maafkan saya ya teman. Sampai akhirnya masuk ke kelas 6. Sudah mulai pusing mau melanjutkan ke smp mana. Tryout, latihan soal-soal, ujian sekolah, UN. Alhadulillah semuanya sudah terlewati.

SMP

Pada 2012 saya memasuki jenjang pendidikan SMP. Saya bersekolah di SMPN 34 yang jaraknya juga lumayan dekat dari rumah. Tingkat kesulitan pelajaran meningkat menjadi lumayan sulit. Letak kesulitan saya berada di pelajaran matematika. Saya tak pandai dalam hitung-hitungan. Apalagi ada banyak sekali rumus dalam matematika membuat saya sedikit kebingungan. Tapi sesulit apapun saya harus tetap mencoba kan?

Sewaktu smp saya mengikuti ekskul drum band. Kenapa saya ikut drum band? Karena suka saja hehehe. Saat pembagian alat saya kebagian snare drum. Alatnya lumayan berat. Tapi tak akan terasa berat jika sudah terbiasa. “Jangan bawa snare drum. Berat, kamu tak akan kuat biar aku saja” Adis 2000.

Kelas 1 dan kelas 2 smp tak ada kendala dalam hal pelajaran. Namun saat kelas 3 smp kendala itu muncul. Mungkin karena UN. Saya mulai belajar keras pada waktu itu. Saya takut saya gagal. Saya tak ingin mengecewakan orang tua saya. Tapi alhamdulillah saya lulus dan bisa masuk kesekolah yang saya inginkan.

SMK

Dunia putih abu-abu. Masa yang dimana kata orang merupakan masa-masa yang paling indah. Tahun 2015 saya bersekolah di Smkn 4. Jarak dari rumah ke sekolah juga lumayan dekat. Jurusan yang saya ambil di smkn 4 adalah administrasi perkantoran. Tingkat kesulitan menjadi sulit. Apalagi jurusan yang saya ambil adalah administrasi perkantoran yang dimana kita dituntut untuk menjadi sekretaris yang baik, handal, serta kompeten.

Kelas 10 masih tahap awal sehingga hanya diberi materi. Kelas 11 sudah mulai praktik kerja lapangan yang dimana para siswa akan magang selama kurang lebih 3 bulan di kantor yang telah dipilih sebelumnya. Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama pkl.

Memasuki kelas 12 masa dimana ujian-ujian mulai berdatangan. Ujian sekolah, ujian praktek dan Ujian nasional (belum temasuk ujian hidup). Presentasi sudah menjadi makanan pokok sehari-hari. Persiapan masuk kuliah. Semua begitu memusingkan. Tapi saya jalani saja insya allah akan indah pada waktunya. Dan akhirnya Alhamdulillah saya lulus juga. Lulus bukan berarti penderitaan ini berakhir. Justru ini merupakan awal dari penderitaan-penderitaan yang selanjutnya. Senyum J

KULIAH

2018 merupakan tahun dimana saya menjadi mahasiswa di Universitas Mulawarman. Kalau dulu saya masih menjadi siswa sekarang sudah mahasiswa. Tingkat kesulitan? Saya belum tahu jelas tapi mendengar cerita kakak tingkat kuliah itu sangat sulit. Walaupun kata orang-orang sangat sulit saya tidak ingin menyerah begitu saja.

Saya mengambil jurusan Pg Paud. Tidak nyambung kan dengan jurusan yang saya ambil sewaktu smk? Iya memang. Tapi apa salahnya? Saya niat sekali dengan jurusan pg paud ini dan kebetulan orang tua saya mendukung. Walaupun banyak yang bilang kepada saya

 “Kamu ngapain kuliah paud? Ih nantikan kerjaannya nyebokin anak orang”

Atau banyak juga yang meremehkan seperti

Kuliah paud? Oh pantes aja kamu keterima kan itu gampang aja cuma tepuk tangan, nyanyi-nyanyi doang”

“Kamu kan pendiam masa mau jadi guru?”

Omongan mereka menusuk sanubari. Tapi tidak usah dipedulikan jenis manusia seperti itu. Jangan sampai ucapan mereka menghalangimu menggapai cita-cita. Baru beberapa hari setelah resmi menjadi mahasiswa sudah dihujani dengan tugas yang berjibun. Insya Allah saya kuat. Kalau kata pepatah berakit rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Baiklah cukup sampai disini dulu cerita saya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena kalau diceritakan semua nanti bisa jadi buku. Pengalaman yang biasa saja, monoton tapi bermakna setidaknya bagi saya. Sekian dan terimakasih.




ps. kepada pak fachrul rozi
Pak, tugasnya telah saya kerjakan 



1 komentar: